7 Perayaan Paskah Unik di Indonesia, Kaya Nilai Budaya

Kamis, 02 April 2026 20:39 WIB

Penulis:Redaksi Daerah

Editor:Redaksi Daerah

7 Tradisi Unik Perayaan Paskah di Berbagai Daerah Indonesia
7 Tradisi Unik Perayaan Paskah di Berbagai Daerah Indonesia (kemenag)

JAKARTA — Setiap tahun, umat Nasrani di seluruh dunia termasuk yang ada di berbagai daerah di Indonesia merayakan Paskah untuk memperingati momen kebangkitan Yesus Kristus. Pada tahun 2026, Paskah diperingati pada Minggu, 5 April 2026.

Perayaan Paskah biasanya kerap dikaitkan dengan kelinci dan telur Paskah, sebuah tradisi yang berasal dari budaya Barat modern. 

Namun di berbagai daerah di Indonesia, masyarakat merayakan momen sakral ini dengan tradisi dan ritual khas masing-masing. Berikut tujuh tradisi Paskah unik di Indonesia yang juga menarik untuk wisata religi, seperti yang dirangkum dari Kemenpar.

BACA JUGA: Catat Daftar Hari Libur Nasional 2026, Ada 17 Hari!

Tradisi Perayaan Paskah yang Unik di Indonesia

Tradisi Perayaan Paskah yang Unik di Indonesia

1. Semana Santa di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur

Istilah ‘Semana Santa’ berasal dari bahasa Portugis yang artinya “Pekan Suci”, dan menjadi tradisi Paskah yang kuat di Flores Timur. Seiring berjalannya waktu, tradisi Semana Santa berkembang menjadi perpaduan antara prosesi budaya dan perayaan keagamaan yang menarik banyak pengunjung.

Perayaan Semana Santa di Flores Timur dimulai setelah Jumat Agung dengan melaksanakan ziarah ke Kapel Tuan Ma, tempat penghormatan kepada Bunda Maria. 

Rangkaian ritual yang dilakukan meliputi doa untuk mengenang pengkhianatan Yesus oleh Yudas Iskariot, pembersihan simbolis patung Bunda Maria, hingga prosesi sakral patung Yesus dan Bunda Maria.

BACA JUGA: Ini Tahapan Pemakaman Paus Fransiskus, Lebih Sederhana dari Pendahulunya

2. Kure di Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur

Kure adalah tradisi Paskah yang dilakukan oleh warga Kote di Noemuti. Kata “Kure” berasal dari bahasa Latin currere yang artinya “berjalan” atau “berlari”. 

Tradisi Kure diyakini berasal dari misionaris Portugis pada tahun 1642, dan dilaksanakan pada Kamis Putih dan Jumat Agung. Ritual Kure berupa ziarah dari rumah ke rumah sambil berdoa dan merenungkan penderitaan Yesus Kristus.

Acara ini diawali dengan pembersihan salib dan patung Yesus serta Bunda Maria, lalu diakhiri dengan persembahan berupa uang, buah, sayur, dan daun lontar sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan. Persembahan ini selanjutnya akan dibagikan kepada para peziarah.

BACA JUGA: Film Conclave Jadi Sorotan Pasca Paus Fransiskus Meninggal, Mengungkap Proses Pemilihan Paus

3. Jalan Salib di Bukit Doa Getsemani, Tana Toraja

Di Tana Toraja, acara Jalan Salib dilaksanakan di Bukit Doa Getsemani, Makale. Tempat ini memiliki 14 perhentian yang menggambarkan perjalanan penderitaan Yesus.

Sepanjang perjalanan untuk mencapai puncak bukit terdapat patung-patung yang menggambarkan kisah sengsara Yesus, menciptakan suasana khusyuk untuk refleksi spiritual. Umat berjalan dari awal hingga akhir sambil berdoa dan merenungkan pengorbanan-Nya.

4. Momento Mori di Kalimantan Tengah

Istilah ‘Momento Mori’ berasal dari bahasa Latin yang artinya “ingat bahwa kamu akan mati”. Momento Mori merupakan ritual yang diyakini muncul sejak masa kolonial Belanda pada abad ke-19.

Di Kalimantan Tengah, umat Kristen melaksanakan prosesi ini pada Sabtu Suci dengan berkumpul di makam keluarga. 

Sepanjang malam hingga pagi, umat akan menyalakan lilin dan menghias makam dengan bunga sebagai bentuk penghormatan.

Saat matahari terbit di hari Minggu Paskah, gereja pada umumnya menyediakan tenda bagi peziarah yang akan melanjutkan ibadah dan perayaan.

BACA JUGA: Kenali Apa Itu Konklaf, Tradisi Pemilihan Pemimpin Baru Gereja Katolik

5. Buha-Buha Ijuk di Sumatera Utara

Buha-Buha Ijuk mirip dengan Momento Mori, yaitu warga Sumatera Utara melakukan ziarah ke makan keluarga pada Minggu Paskah. 

Saat lonceng gereja berbunyi, warga akan keluar dari rumah menuju makam keluarga untuk memanjatkan doa dan memberi penghormatan. Setelah itu, mereka melanjutkan perayaan dengan mengikuti ibadah Paskah di gereja.

6. Jalan Salib di Wonogiri, Jawa Tengah

Tradisi Jalan Salib sebetulnya sudah ada sejak Abad Pertengahan dan masih dijalankan hingga kini. Salah satu pelaksanaannya yang terkenal di Indonesia ada di Wonogiri, Jawa Tengah.

Setiap Jumat Agung, umat Kristiani akan berjalan sekitar 3 kilometer menuju puncak Gunung Gandul sambil memikul salib besar. Prosesi ini menjadi simbol perjalanan Yesus saat memikul salib menuju Golgota.

7. Ziarah ke Gua Maria Puhsarang di Kediri, Jawa Timur

Umat Nasrani melaksanakan Paskah dengan ziarah di Puhsarang, Kediri. Acara ini merupakan tradisi penting bagi umat Katolik, terutama yang melakukan ziarah ke Gua Maria Lourdes Puhsarang.

Salah satu kegiatan utamanya adalah drama sengsara Yesus (Passion Play), yang menggambarkan penderitaan-Nya sebelum penyaliban. 

Setelah melaksanakan Misa Vigili Paskah, pada umumnya umat melanjutkan doa di Gua Maria yang berada di kompleks ziarah tersebut.

BACA JUGA: Mengulik Sejarah Vatikan yang Kini Jadi Pusat Gereja Katolik

Itu tadi beberapa perayaan Paskah yang unik di berbagai daerah di Indonesia.

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 02 Apr 2026