Mengintip Peta Persaingan Penguasa Pasar Mi Instan di Indonesia

Senin, 13 Juli 2026 09:56 WIB

Penulis:Redaksi Daerah

Editor:Redaksi Daerah

Deretan Penguasa Pasar Mi Instan di Indonesia
Deretan Penguasa Pasar Mi Instan di Indonesia

JAKARTA - Pasar mi instan di Indonesia hingga kini masih dikuasai oleh dua produsen utama, yaitu PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) lewat merek Indomie dan Wings Food dengan Mie Sedaap. Kedua merek tersebut mengendalikan sekitar 87%-90% pangsa pasar domestik, sehingga menjadikan industri mi instan Indonesia sebagai salah satu pasar dengan tingkat konsentrasi tertinggi di dunia.

Besarnya pangsa pasar yang dikuasai kedua perusahaan itu mencerminkan persaingan industri mi instan yang masih terpusat pada segelintir pemain. Seiring meningkatnya konsumsi mi instan di masyarakat, Indomie tetap kokoh sebagai pemimpin pasar, sementara Mie Sedaap terus memperkuat posisinya sebagai kompetitor utama dengan memperluas pangsa pasar yang dimiliki.

BACA JUGA: 5 Aktivitas Seru di Rumah untuk Isi Liburan Sekolah Anak, Murah Meriah!

Duopoli Indomie dan Mie Sedaap Kuasai Hampir 90% Pasar

Berdasarkan berbagai data industri dan survei merek, gabungan pangsa pasar Indomie dan Mie Sedaap mencapai sekitar 85% hingga 90% pasar mi instan nasional.

Indomie menjadi pemimpin pasar absolut dengan pangsa sekitar 71%, sedangkan Mie Sedaap menguasai sekitar 14%. Sisa pasar diperebutkan oleh sejumlah merek lain dengan skala yang jauh lebih kecil.

Berikut pangsa pasar mi instan Indonesia berdasarkan merek:

  • Indomie (Indofood CBP): sekitar 71% pangsa pasar.
  • Mie Sedaap (Wings Food): sekitar 14% pangsa pasar.
  • Gaga 100: sekitar 4,2% pangsa pasar.
  • ABC: sekitar 2,9% pangsa pasar.
  • Sarimi: sekitar 2,4% pangsa pasar.
  • Supermi: sekitar 1,9% pangsa pasar.

Data tersebut menunjukkan bahwa Indomie sendiri menguasai lebih dari 70% pasar mi instan Indonesia, sementara gabungan Indomie dan Mie Sedaap mencapai sekitar 85%.

Tingkat konsentrasi ini bahkan lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara dengan konsumsi mi instan terbesar di dunia. 

Di China, tiga pemain utama menguasai sekitar 73% pasar, sedangkan di Jepang tiga produsen terbesar menguasai sekitar 75%. Sebaliknya, Indonesia hanya didominasi oleh dua perusahaan yang menguasai hampir seluruh pasar nasional.

Baca juga : Siapa Penguasa Bisnis Tepung Terigu Indonesia?

Penjualan Mi Instan Indofood Tembus Rp53,87 Triliun

Dominasi Indomie juga tercermin dalam kinerja keuangan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Sepanjang 2024, segmen mi instan menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan perusahaan dengan nilai penjualan mencapai Rp53,87 triliun.

Nilai tersebut meningkat sekitar 6,90% dibandingkan penjualan mi instan pada 2023 yang sebesar Rp50,43 triliun. Secara keseluruhan, Indofood CBP membukukan laporan keuangan sebagai berikut,

  • Penjualan bersih: Rp72,59 triliun
  • Penjualan segmen mi instan: Rp53,87 triliun
  • Laba usaha: Rp16,32 triliun
  • Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk: Rp7,07 triliun

Besarnya kontribusi segmen mi instan menunjukkan bahwa Indomie masih menjadi mesin pertumbuhan utama bagi Indofood CBP.

Indonesia Jadi Konsumen Mi Instan Terbesar Kedua di Dunia

Permintaan terhadap mi instan di Indonesia juga terus meningkat. Berdasarkan data konsumsi global tahun 2024, masyarakat Indonesia mengonsumsi sekitar 14,68 miliar porsi mi instan dalam setahun.

Jumlah tersebut menempatkan Indonesia sebagai konsumen mi instan terbesar kedua di dunia, hanya berada di bawah China yang mengonsumsi sekitar 43,8 miliar porsi setiap tahun.

Dari sisi konsumsi per kapita, Indonesia juga termasuk yang tertinggi di dunia. Rata-rata masyarakat Indonesia mengonsumsi sekitar 51,7 hingga 52 porsi mi instan per orang setiap tahun, sehingga menempatkan Indonesia di peringkat kelima dunia.

Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan Jepang yang berada di kisaran 47,8 porsi per kapita maupun China sekitar 30,9 porsi per kapita.

Prospek industrinya juga masih positif. Pada 2025, pertumbuhan industri mi instan Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 3% hingga 5%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pasar China yang diproyeksikan berada pada kisaran 2% hingga 3%.

Indomie Diproduksi Lebih dari 19 Miliar Kemasan per Tahun

Keunggulan Indomie tidak hanya terlihat dari pangsa pasar domestik, tetapi juga dari kapasitas produksi dan jangkauan internasional.

Indomie pertama kali diproduksi pada 1972 dan kini telah berkembang menjadi salah satu merek mi instan terbesar di dunia. Setiap tahun, perusahaan memproduksi lebih dari 19 miliar kemasan mi instan.

Produk tersebut dipasarkan ke lebih dari 100 negara, menjadikan Indomie sebagai salah satu merek makanan Indonesia dengan jaringan ekspor terluas.

Ekspansi global Indofood semakin besar setelah mengakuisisi Pinehill Group dengan nilai sekitar US$3 miliar.

Melalui akuisisi tersebut, Indofood menjadi produsen mi instan terbesar di kawasan Timur Tengah dengan kepemilikan 12 pabrik yang tersebar di delapan negara.

Wings Food Terus Menekan Lewat Mie Sedaap

Di posisi kedua terdapat Wings Food melalui merek Mie Sedaap.

Dengan pangsa pasar sekitar 14%, Mie Sedaap menjadi pesaing utama Indomie di pasar domestik.

Selain memperkuat lini produk reguler, Wings Food juga fokus mengembangkan segmen mi instan isi dua.

Pada 2025, perusahaan tercatat memimpin segmen tersebut dengan pangsa pasar sekitar 3,5%, sekaligus membukukan pertumbuhan penjualan sekitar 12,5%.

Strategi inovasi produk dan ekspansi distribusi menjadi salah satu upaya Wings Food untuk meningkatkan daya saing di tengah dominasi Indomie.

Baca juga : Industri Tambang dan Petani Kompak Kritisi B50, Ada Apa?

Indomie Jadi Merek Mi Instan Paling Kuat di Indonesia

Selain unggul dari sisi penjualan, Indomie juga mempertahankan posisinya sebagai merek mi instan paling kuat di Indonesia berdasarkan berbagai survei independen.

Dalam survei Top Brand Award, Indomie memperoleh Top Brand Index (TBI) sebesar 71,2%, jauh mengungguli Mie Sedaap yang mencatatkan 13,9%. Dominasi tersebut menunjukkan tingkat loyalitas konsumen terhadap merek Indomie masih sangat tinggi.

Tidak hanya itu, Indomie juga dinobatkan sebagai merek Fast Moving Consumer Goods (FMCG) paling banyak dipilih masyarakat Indonesia.

Berdasarkan pengukuran Consumer Reach Point (CRP) tahun 2025, Indomie mencatatkan angka sekitar 2,26 miliar, menjadikannya sebagai produk FMCG dengan tingkat jangkauan konsumen tertinggi di Indonesia.

Sementara itu, hasil survei Kantar 2024 menunjukkan penetrasi Indomie telah mencapai sekitar 96,6% rumah tangga Indonesia. Artinya, hampir seluruh rumah tangga di Indonesia pernah membeli atau mengonsumsi produk Indomie.

Kombinasi pangsa pasar yang dominan, kapasitas produksi yang besar, jaringan distribusi global, hingga tingkat loyalitas konsumen yang tinggi membuat posisi Indomie masih sulit tergeser sebagai pemimpin industri mi instan nasional. 

Meski demikian, pertumbuhan konsumsi mi instan Indonesia yang diperkirakan masih berada di kisaran 3% hingga 5% pada 2025 tetap membuka ruang bagi pemain lain, termasuk Wings Food melalui Mie Sedaap, untuk terus memperkuat persaingan di salah satu industri makanan terbesar di Tanah Air.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 13 Jul 2026 

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 13 Jul 2026