MINYAKITA Rp14 Ribu per Liter Resmi Diluncurkan Mendag Zulhas

Rabu, 06 Juli 2022 14:14 WIB

Penulis:Herlina

Editor:Herlina

vhpBIzvC_album_image.jpg
Mendag Zulhas saat melayani penjualan MINYAKITA bagi warga yang tinggal di sekitar Kantor Kementerian Perdagangan. (foto : ist/lyfebengkulu.com)

JAKARTA,LyfeBengkulu.com-  Mendag  Zulhas resmi meluncurkan MINYAKITA ke seluruh Indonesia, Rabu (06/07). Peluncuran ditandai dengan penjualan MINYAKITA di halaman kantor Kemendag. Sebanyak 5  ribu  liter MINYAKITA disiapkan, langsung diserbu warga yang tinggal  di  sekitar  kantor  Kemendag. MINYAKITA hadir dengan  harga  eceran  tertinggi  (HET)  Rp14  ribu per  liter.  

Mendag Zulhas mengatakan pendistribusian MINYAKITA merupakan upaya pemerintah untuk mendistribusikan  minyak  goreng  hasil  alokasi pasar dalam negeri (domestic market obligation/DMO) melalui kemasan sederhana. Melalui minyak goreng kemasan  sederhana diharapkan mampu mempermudah  masyarakat mendapatkan  minyak   goreng.   Serta mempermudah distribusi sehingga merata di seluruh Indonesia. 

"Kami melihat antusiasme masyarakat,  pedagang  UMKM,  termasuk  ibu-ibu,  yang  datang  untuk membeli MINYAKITA. MINYAKITA menjadi inovasi agar distribusi minyak goreng bisa lebih cepat dan merata. Membeli minyak goreng akan lebih mudah karena sudah dikemas, bisa didistribusikan ke pasar  mana  pun. Terutama ke Indonesia bagian timur, pengirimannya akan lebih mudah,”katanya. 

MINYAKITA hadir dengan  harga  eceran  tertinggi  (HET)  Rp14  ribu per  liter.  (foto : ist/lyfebengkulu.com)

MINYAKITA merupakan merek dagang yang dimiliki Kementerian Perdagangan. Merek MINYAKITA telah  terdaftar  di  Kementerian  Hukum  dan  HAM  dengan  nomor  sertifikat  merek IDM00203152. Merek MINYAKITA dapat digunakan oleh produsen atau pengemasan minyak goreng dengan masa berlaku empat tahun, dan izin penggunaannya dapat diperpanjang. 

Mendag Zulhas memastikan  minyak goreng kemasan sederhana tidak akan menghapus keberadaan minyak goreng curah di pasar-pasar rakyat. “Minyak curah tetap ada, tidak ada perubahan apa pun. MINYAKITA diluncurkan  untuk  membantu  masalah  distribusi  dan  memberi masyarakat  pilihan dalam membeli minyak goreng,”kata Mendag Zulhas. 

Diterapkan  kebijakan  pembatasan  pembelian  untuk  menghindari  penjualan  dalam  jumlah yang besar  oleh  industri  yang  tidak  sesuai  dengan  peruntukannya.  Untuk  itu, MINYAKITA dapat  dibeli maksimal  10  liter  perhari  untuk  setiap Nomor  Induk  Kependudukan  (NIK). Masyarakat  dapat menunjukkan aplikasi PeduliLindungi atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat pembelian. 

Mendag  Zulhas  menambahkan,  ia  akan  fokus  menstabilisasi  harga  bapok  sesuai  arahan Presiden Joko Widodo. "Ketika saya dilantik, saya diberi amanat oleh Bapak Presiden untuk menyelesaikan masalah minyak goreng dalam waktu satu bulan. Saat ini sudah sekitar dua minggu, harga minyak goreng  curah  sudah  di  angka  Rp14  ribu  per  liter  untuk  Jawa  dan  Bali. Hari  ini  kami  meresmikan MINYAKITA untuk menjadi solusi tingginya harga minyak goreng,”pungkas Mendag Zulhas. (**)