Pandji Pragiwaksono Tampil di Mens Rea, Ini Profilnya

Jumat, 09 Januari 2026 09:41 WIB

Penulis:Redaksi Daerah

Editor:Redaksi Daerah

Ungkap Profil Pandji Pragiwaksono yang Tampil di Mens Rea
Ungkap Profil Pandji Pragiwaksono yang Tampil di Mens Rea

JAKARTA – Siapa yang tidak mengenal Pandji Pragiwaksono? Sosok ini sebetulnya sudah lama dikenal luas oleh publik. Namun belakangan, namanya kembali ramai dibicarakan setelah tampil dalam pertunjukan Mens Rea.

Mens Rea merupakan special stand-up comedy terbaru karya Pandji Pragiwaksono yang langsung mencuri perhatian sejak tayang di Netflix pada 27 Desember 2025. Lewat pertunjukan ini, Pandji mengangkat isu budaya hukum di Indonesia, kebijakan pemerintah, hingga berbagai ironi dan kejanggalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Disampaikan melalui gaya satir khas Pandji, membuat Mens Rea menjadi viral dan memicu beragam respons. Sejak awal, pertunjukan ini dirancang agar topik politik lebih mudah dicerna oleh anak muda, dengan bahasa yang santai dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui panggung stand-up, Pandji mengajak penonton untuk melihat secara kritis isu kekuasaan, hukum, dan dinamika sosial yang sering terasa jauh dari pengalaman generasi muda.

Profil Pandji Pragiwaksono

Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo lahir di Singapura pada 18 Juni 1979. Pandji merupakan anak dari Koes Pratomo Wongsoyudo dan Siti Khadijah Hassni. Ayahnya dikenal sebagai seorang karateka sekaligus pendiri Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) pada tahun 1963.

 Ia menempuh Pendidikan menengah atas di Kolese Gonzaga, Jakarta. Selanjutnya, ia melanjutkan studinya di Institut Teknologi Bandung (ITB), tepatnya di Fakultas Seni Rupa dan Desain.

Latar pendidikan seni yang dimilikinya sering terlihat dari cara Pandji menyusun ide, baik di atas panggung, tulisan, maupun karya audiovisual. Ia juga dikenal memiliki ketertarikan terhadap isu-isu sosial, kebangsaan, dan identitas, yang kemudian menjadi tema utama dalam hampir seluruh karyanya.

Pandji Pragiwaksono dikenal sebagai sosok multitalenta yang berkiprah sebagai komika, aktor, penyiar radio, presenter, penulis buku, sutradara, dan podcaster.

Sebelum dikenal sebagai komika, Pandji memulai kariernya di dunia radio. Ia pertama kali menjadi penyiar di Hard Rock FM Bandung pada awal 2000-an, kemudian melanjutkan di Hard Rock FM Jakarta. Pengalaman ini membantu mengasah kemampuan berbicaranya terasah.

Radio menjadi wadah pertama bagi Pandji untuk membentuk citra publiknya yang kritis, namun tetap santai. Gaya bicaranya yang lugas dan berani menyampaikan pendapat perlahan berhasil menarik perhatian audiens yang lebih luas.

BACA JUGA: 10 Film & Serial Terpopuler Netflix Desember 2025

Namanya semakin dikenal publik saat ia terjun ke dunia televisi sebagai presenter. Ia memandu berbagai program hiburan dan reality show, termasuk acara yang menuntut spontanitas dan interaksi langsung dengan para peserta.

Pandji juga dikenal sebagai sosok yang memiliki minat terhadap basket dan NBA, yang sempat membawanya menjadi presenter program olahraga. Eksposur televisi membuat namanya dikenal oleh berbagai kalangan, sebelum akhirnya ia menemukan dunia stand-up comedy yang benar-benar merepresentasikan suaranya.

Pandji termasuk salah satu generasi yang mendorong perkembangan stand-up comedy modern di Indonesia. Ia dikenal luas sebagai pembawa acara Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) di Kompas TV pada musim-musim awal, sebelum akhirnya menjabat sebagai juri.

Berbeda dari banyak komika lainnya, Pandji konsisten menghadirkan tema sosial, politik, dan kebangsaan dalam penampilannya. Tur stand-up-nya sering disusun sebagai narasi utuh, bukan sekadar rangkaian materi terpisah.

Mulai dari Bhinneka Tunggal Tawa, Mesakke Bangsaku, Juru Bicara, Komoidoumenoi, hingga Mens Rea, Pandji memanfaatkan panggung komedi sebagai sarana untuk mendorong diskusi publik.

Di samping itu, bersama Ernest Prakasa, Ryan Adriandhy, Raditya Dika, dan Isman Hidayat Suryaman, Pandji mendirikan komunitas Stand Up Comedy Indonesia (Stndupindo) pada 13 Juli 2011.

Standupindo merupakan komunitas yang menghimpun para penggemar stand-up comedy dari seluruh Indonesia, dengan tujuan belajar bersama dan saling mendukung perkembangan karier masing-masing.

Selain Standupindo, Pandji juga mendirikan perusahaan Stand Up Comedy 360 bernama Markas Comika, yang bertujuan memperkuat ekosistem komika dan mengembangkan industri stand-up comedy di Indonesia.

Pandji juga tercatat sebagai komika tunggal Indonesia pertama yang melakukan tur keliling dunia. Beberapa tur spesialnya yang meraih kesuksesan besar antara lain Mesakke Bangsaku, Juru Bicara, Pragiwaksono, dan Komoidoumenoi.

Tak sampai di situ saja, Pandji juga merilis beberapa album musik rap seperti Provocative Proactive (2008) dan Merdesa (2010). Dalam dunia akting, ia telah tampil dalam puluhan film, seperti Comic 8, Rudy Habibie, Ayat-Ayat Cinta 2, sekaligus menjajal peran sebagai sutradara dalam film Partikelir (2018) dan Mendarat Darurat (2022).

Diketahui, ia juga aktif dalam kegiatan sosial dengan mendirikan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia pada 2007, sebuah yayasan yang fokus memberikan pendampingan anak-anak yang menderita kanker.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 08 Jan 2026 

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 09 Jan 2026