Rize Raih Pendanaan 31 Juta USD, Percepat Pertanian Padi Berkelanjutan

Sabtu, 18 Juli 2026 05:27 WIB

Penulis:Herlina

Screenshot 2026-07-18 052514.png
Budidaya padi menyumbang sekitar 12% emisi metana global, jejak iklim yang setara dengan seluruh industri penerbangan. Untuk mengatasi masalah ini dalam skala besar, diperlukan perubahan praktik pertanian bagi jutaan petani kecil.

JAKARTA, LyfeBengkulu.com- Rize, perusahaan agritech terkemuka di Asia Tenggara yang berfokus pada pertanian padi berkelanjutan, hari ini mengumumkan penutupan putaran pendanaan Seri B senilai 31 juta USD yang terdiri dari 20 juta USD dalam bentuk ekuitas dan 11 juta USD dalam bentuk pembiayaan utang. Putaran pendanaan ini melibatkan koalisi investor yang berfokus pada iklim dan pembiayaan pembangunan untuk memperluas model bisnis Rize di Indonesia, Indonesia, dan negara lainnya di kawasan Asia Tenggara.

Pendanaan ekuitas tersebut dipimpin oleh BNP Paribas Asset Management Alts, dengan partisipasi The Rockefeller Foundation. Temasek dan Breakthrough Energy Ventures, yang merupakan investor Rize sebelumnya, juga memberikan investasi lanjutan. Sementara itu, pembiayaan utang difasilitasi oleh BIDV, Temasek Foundation, dan UOB.

Putaran ini menjadikan total pendanaan Rize hingga saat ini mencapai 47 juta USD atau sekitar Rp 849 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk perluasan ekspor, pengembangan alat berbasis AI bagi petani dan tim lapangan, inisiatif karbon dan inovasi, serta pertumbuhan organisasi. Dalam dua tahun sejak putaran pendanaan Seri A, Rize telah memperluas operasinya lebih dari sepuluh kali lipat. 

Putaran Pendanaan Seri B ini akan digunakan untuk:

  • Memperkuat akses ke pasar ekspor, yang didukung oleh sistem penelusuran di seluruh rantai nilai, sehingga beras rendah emisi dapat dipasarkan dengan harga terjangkau.
  • Memperluas penerapan Alternate Wetting & Drying (AWD) dan kepatuhan terhadap Maximum Residue Limit (MRL), sehingga praktik pertanian yang mengurangi emisi dan meningkatkan pendapatan, dapat dijangkau oleh lebih banyak petani dengan lebih cepat. Langkah ini juga akan memastikan lebih banyak beras Rize memenuhi standar keamanan dan residu yang ditetapkan oleh pasar ekspor.
  • Memperkuat inovasi dan praktik pertanian modern, mendorong hasil panen yang lebih tinggi, emisi yang lebih rendah, dan hasil panen yang lebih baik bagi petani.
  • Memperluas jangkauan ke pasar-pasar baru lintas batas, mengembangkan jejak Rize melampaui Indonesia dan Vietnam, serta menjajaki peluang di pasar-pasar lainnya di kawasan Asia Tenggara.
  • Membuka platform bagi mitra ekosistem baru, sehingga para pelaku bisnis input & jasa serta penyedia teknologi pertanian dapat mengakses jaringan petani Rize dan membantu petani menanam lebih banyak dan lebih baik.

Budidaya padi menyumbang sekitar 12% emisi metana global, jejak iklim yang setara dengan seluruh industri penerbangan. Untuk mengatasi masalah ini dalam skala besar, diperlukan perubahan praktik pertanian bagi jutaan petani kecil. Rize mendorong perubahan tersebut melalui penerapan Alternate Wetting and Drying (AWD), sebuah metode irigasi yang direkomendasikan oleh International Rice Research Institute (IRRI) dan CGIAR, yang dapat mengurangi emisi metana hingga 50%, menghemat penggunaan air sebesar 20–30%, dan meningkatkan pendapatan petani hingga 30% tanpa menurunkan hasil panen. Rize juga berupaya memastikan beras yang dihasilkan memenuhi standar Batas Maksimum Residu (MRL) yang dipersyaratkan oleh pasar ekspor premium.

Rize didirikan pada akhir 2022 berkat visi bersama antara Temasek, 100x100, dan Breakthrough Energy Ventures, dengan 100x100 memainkan peran penting dalam tahap awal pengembangan perusahaan. Saat ini, Rize bekerja sama dengan 17.000 petani kecil yang mengelola lebih dari 50.000 hektar lahan di Indonesia dan Vietnam. Rize juga didukung oleh tim yang terdiri dari 250 orang di bidang teknologi, agronomi, dan operasional lapangan.

Pengurangan emisi yang dilakukan Rize telah diverifikasi secara independen. Proyek Produksi Padi Berkelanjutan di Asia Tenggara dan Asia Selatan milik perusahaan ini telah memperoleh peringkat ex ante ‘A.pre’ dari BeZero Carbon yang menunjukkan risiko pelaksanaan proyek yang rendah. Peringkat ini juga mencerminkan kemungkinan tinggi bahwa kredit karbon yang diterbitkan di masa mendatang akan benar-benar mewakili pengurangan atau penghilangan satu ton CO₂e.

Tolok ukur BeZero menunjukkan bahwa peringkat A yang setara menempatkan proyek ini dalam 30% teratas dari peringkat proyek Tanah Karbon & Pertanian global ex post, dan di dalam 11% teratas dari peringkat Solusi Berbasis Alam global ex post. Proyek ini juga sedang menjalani proses sertifikasi Gold Standard, yang diperkirakan dapat menghasilkan lebih dari satu juta kredit karbon dalam lima tahun ke depan. Beras rendah emisi ini sepenuhnya dapat dilacak hingga ke tingkat lahan. Hingga saat ini, Rize telah menyelesaikan pengiriman ekspor awal sebanyak 1.500 metrik ton kepada pembeli di Eropa, Kanada, Australia, dan Singapura.

"Pendanaan ini merupakan momen yang sangat istimewa bagi Rize. Platform dan pendekatan kami dalam mentransformasi serta memodernisasi budidaya padi oleh petani kecil mendapat sambutan hangat dari semua pihak—para investor, mitra, dan petani. Tim Rize telah berhasil menempatkan dampak iklim dan peningkatan ketahanan petani sebagai bagian inti dari solusi dan model bisnis kami. Investasi ini akan membuka fase pertumbuhan berikutnya, dengan memperluas skala operasi, memperkuat akses ke pasar dan ekspor, serta berinvestasi dalam teknologi mutakhir untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan hasil yang lebih baik di seluruh rantai nilai."

“Kesuksesan ini lebih dari sekadar pencapaian penting dalam hal pendanaan. Hal ini merupakan pengakuan atas fondasi yang telah kami bangun, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa kami siap menciptakan sistem pangan yang lebih terhubung, tangguh, dan berkelanjutan bagi para petani kecil”, ungkap Dhruv Sawhney, Co-Founder & CEO, Rize.

“Kami melihat investasi di Rize sebagai wujud keyakinan bahwa penyaluran modal kepada platform berkelanjutan yang mampu menciptakan dampak besar, khususnya di pasar yang belum terlayani secara optimal, dapat menghasilkan manfaat lingkungan yang nyata dan terukur dalam menghadapi tantangan iklim. Rize telah memposisikan dirinya di titik temu antara pertanian berkelanjutan, pembiayaan karbon, dan perdagangan komoditas terverifikasi; hal ini sangat selaras dengan strategi kami untuk melindungi, memulihkan, dan mengelola ekosistem alam secara berkelanjutan sekaligus memberikan imbal hasil finansial yang kompetitif bagi para investor”, ujar Alexandre Martin-Min, Head of Natural Capital & Impact Investments, BNP Paribas Asset Management Alts.

“Petani kecil di seluruh Asia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengelolaan sumber daya dan akses terhadap pembiayaan hingga ketidakpastian akses pasar. Kondisi ini dapat menekan hasil pertanian dan mengurangi kesejahteraan petani. Kami bangga dapat mendukung upaya Rize dalam mendorong penerapan praktik regeneratif berbasis teknologi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil panen dan pendapatan para petani yang paling membutuhkan dukungan”, kata Slav Gatchev, Vice President of Innovative Finance at The Rockefeller Foundation.