Sabtu, 10 September 2022 18:37 WIB
Penulis:Herlina
Editor:Herlina
BENGKULU,LyfeBengkulu.com- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu Usin Abdisyah Putra Sembiring mengatakan distribusi pupuk bersubsidi yang dilakukan PT Pupuk Sriwidjaya Palembang (Pusri) ke petani Bengkulu tidak terserap maksimal. Ia mengungkap kebutuhan petani di Bengkulu akan pupuk subsidi jenis urea sejumlah 69 ribu ton hanya ditetapkan sejumlah 27 ribu ton saja.
"Penyerapan pupuk subsidi di daerah hanya 40 persen dari jumlah yang dibutuhkan petani," kata dia usai mengunjungi PT Pusri Palembang bersama anggota komisi II lainnya, Sabtu (10/09).
Usin meminta agar penyaluran pupuk subsidi tepat sasaran dan distribusinya diawasi bersama. Dengan sedikit realisasi distribusi, pihaknya tak ingin ada indikasi penyelewengan sehingga berimbas pada sektor pertanian di daerah.
"Kami ingin informasi sejelas-jelasnya berkenaan dengan distribusi dan pengawasan yang dilakukan PT Pusri agar benar-benar sampai ditingkat petani yang memang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi tersebut," katanya.
Selain itu, Usin mengatakan pihaknya telah mengusulkan kuota pupuk bersubsidi dapat ditambah berdasarkan data Elektronik, Rencana Devenif Kebutuhan Kelompok (IRDKK) petani daerah yang masuk ke sistem.
"Termasuk dorongan agar ada penambahan kuota penerima IRDKK petani di tahun 2023," kata Usin.
Sementara itu Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu mencatat telah menyalurkan sebanyak 50 persen pupuk subsidi ke petani untuk menjaga produktivitas pangan.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas TPHP Provinsi Bengkulu Helmi Yuliandri di Kota Bengkulu, mengatakan bahwa penyaluran pupuk subsidi tersebut tertinggi jenis Urea dan NPK. Ia menjelaskan bahwa saat ini harga pupuk subsidi dan non subsidi di Provinsi Bengkulu masih stabil dan tidak ada kenaikan.
"Kami telah menyalurkan pupuk subsidi ke petani di Provinsi Bengkulu sebanyak 50 persen dan terbanyak merupakan pupuk jenis Urea dan NPK," kata Helmi.
Dengan harga relatif terjangkau yakni sebesar Rp880.000 per karung, pupuk Urea Rp550.000 per karung dan pupuk HCL Rp920.000 per karung, diharap petani daerah dapat mengoptimalkan hasil pertaniannya.
"Kami berharap dengan adanya pupuk bersubsidi tepat sasaran, sektor pertanian di Bengkulu dapat optimal memproduksi bahan pangan hingga daerah dapat menjadi swadaya pangan," ujarnya. (mb)
Bagikan