10 Negara Ini Ikut Disasar Serangan Iran

Redaksi Daerah - Selasa, 03 Maret 2026 18:11 WIB
Konflik Meluas, 10 Negara Ini Masuk Bidikan Iran

JAKARTA - Dalam tiga hari terakhir, ketegangan di Timur Tengah melonjak tajam menyusul serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, bersama sejumlah petinggi militer dan anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Menanggapi hal itu, Iran melakukan serangan balasan dengan meluncurkan rudal balistik, rudal jelajah, serta drone ke berbagai sasaran di kawasan. Target serangan tak hanya mencakup Israel dan instalasi militer Amerika Serikat, tetapi juga meluas ke beberapa negara Teluk serta jalur maritim strategis.

Eskalasi tersebut menandai meluasnya konflik ke berbagai front, baik daratan maupun jalur perairan penting di kawasan.

Daftar Target Serangan Iran (28 Februari – 2 Maret 2026)

Berikut rincian negara yang dilaporkan menjadi sasaran serangan balasan Iran dalam 72 jam terakhir, berdasarkan kompilasi berbagai laporan kantor berita internasional dan pernyataan militer kawasan,

Israel

Israel menjadi target utama dalam gelombang serangan balasan Iran setelah serangan udara gabungan AS-Israel ke Teheran. Rudal balistik jarak menengah, rudal jelajah, serta drone kamikaze diluncurkan dalam beberapa gelombang dan diarahkan ke berbagai kota besar serta infrastruktur strategis.

Di Yerusalem, sirene peringatan berbunyi berulang kali sepanjang malam, sementara sistem pertahanan udara berlapis seperti Iron Dome, David's Sling, dan Arrow 3 diaktifkan untuk mencegat proyektil yang masuk.

Meski sebagian besar rudal berhasil dihancurkan di udara, beberapa dilaporkan lolos dan menghantam area permukiman serta fasilitas vital, menyebabkan kerusakan bangunan dan kebakaran.

Di kota Beit Shemesh, laporan layanan darurat menyebutkan adanya korban jiwa serta puluhan warga mengalami luka akibat ledakan dan serpihan rudal. Selain wilayah sipil, target yang disebut dalam laporan militer mencakup instalasi energi, jalur transportasi, dan fasilitas komunikasi strategis.

Irak

Beberapa pangkalan militer yang menampung pasukan Amerika Serikat di Irak menjadi sasaran, termasuk di wilayah Kurdistan dan Ain al-Asad. Iran melalui IRGC mengklaim menyerang fasilitas militer serta infrastruktur pendukung logistik. Sistem pertahanan udara dikerahkan, dan aktivitas penerbangan di beberapa bandara sempat terganggu.

Kuwait

Kuwait dilaporkan menghadapi serangan drone dan rudal yang diarahkan ke pangkalan militer yang memiliki kerja sama pertahanan dengan AS, termasuk Pangkalan Udara Ali Al Salem.

Selain itu serangan Iran juga menghantam sejumlah bangunan termasuk Bandara Internasional Kuwait. Otoritas Kuwait mengaktifkan sistem pertahanan udara dan menyatakan sebagian besar proyektil berhasil dicegat sebelum mencapai target.

Baca juga : Kronologi AS Gempur Iran Hingga Ayatollah Ali Khamenei Tewas

Bahrain

Salah satu target utama yang diklaim diserang adalah markas besar Naval Support Activity Bahrain, pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain, fasilitas strategis penting bagi operasi militer AS di Timur Tengah, termasuk komando dan kontrol serta dukungan logistik armada laut.

IRGC menyatakan serangan tersebut mengenai radar dan pusat komando di pangkalan tersebut dan menimbulkan korban militer dalam jumlah besar menurut klaim internalnya, meskipun klaim angka korban belum dapat diverifikasi independen.

Selain itu, serangan Iran juga menargetkan Bandar Udara Internasional Bahrain, di mana sebuah drone dilaporkan mengenai area bandara, menyebabkan kerusakan kecil serta mengaktifkan sistem peringatan darurat, sementara otoritas setempat mengonfirmasi terdengarnya ledakan di ibu kota Manama akibat beberapa rudal dan drone yang ditembakkan dari arah Teluk.

Qatar

Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, yang menjadi salah satu fasilitas militer terbesar AS di kawasan, dilaporkan menjadi target serangan drone dan rudal. Otoritas Qatar menyatakan sistem pertahanan berhasil mencegat sebagian besar ancaman, namun ketegangan keamanan meningkat tajam. Iran juga menghajar sejumlah kawasan vital di Qatar.

Uni Emirat Arab (UEA)

UEA mengalami beberapa gelombang serangan, termasuk di sekitar Pangkalan Udara Al Dhafra (Abu Dhabi). IRGC mengklaim menghancurkan radar pertahanan rudal milik AS. Laporan juga menyebutkan adanya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur akibat puing-puing rudal yang menghantam kawasan sipil, termasuk area komersial di Dubai.

Yordania

Yordania dilaporkan menjadi salah satu target serangan rudal dan drone yang ditembakkan dari wilayah Iran ke arah kawasan Timur Tengah. Iran menembakkan proyektil ke wilayah Yordania, termasuk yang diarahkan ke fasilitas militer di pangkalan udara Muwaffaq al-Salti di Azraq.

Menurut laporan analisis serangan multi-front, Yordania mengalami beberapa kali peluncuran rudal dalam gelombang serangan Iran dan menjadi bagian dari target yang dihadapi oleh pertahanan udara regional.

Arab Saudi

Prince Sultan Air Base yang juga digunakan personel militer Amerika Serikat, dilaporkan menjadi target rudal dan drone Iran dalam eskalasi terbaru. Selain itu Bandara Internasional Riyadh dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal Iran yang berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Saudi.

Baca juga : Deretan Calon Pemimpin Iran Usai Khamenei Tewas Digempur AS

Oman

Dua drone menyerang Pelabuhan Komersial Duqm di Kesultanan Oman pada 1 Maret 2026. Satu drone mengenai unit tempat tinggal pekerja, sementara drone kedua meledak di dekat tangki penyimpanan bahan bakar, meskipun tidak menimbulkan kerusakan besar.

Seorang pekerja asing (ekspatriat) mengalami luka-luka akibat benturan saat satu drone menghantam fasilitas pekerja tersebut.

Siprus

Sebuah serangan drone dilaporkan menargetkan pangkalan militer Inggris RAF Akrotiri di Siprus pada malam 1–2 Maret 2026, menandai perluasan eskalasi konflik hingga kawasan Mediterania Timur. Ledakan terdengar di sekitar pangkalan yang terletak dekat Limassol tersebut, disertai aktivasi sirene peringatan dan peningkatan status siaga keamanan.

Wilayah Maritim (Teluk Persia, Selat Hormuz, Samudra Hindia)

IRGC mengklaim menyerang kapal militer AS di Samudra Hindia serta menargetkan kapal tanker minyak milik AS dan Inggris di Selat Hormuz. Klaim juga mencakup peluncuran rudal ke arah kapal induk USS Abraham Lincoln. Kawasan ini merupakan jalur vital perdagangan energi global, sehingga eskalasi di laut memicu lonjakan harga minyak dunia dan kekhawatiran pasar internasional.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 02 Mar 2026

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 03 Mar 2026

Editor: Redaksi Daerah

RELATED NEWS