5 Bisnis Potensial di Ramadan, Raih Ekstra Cuan!
JAKARTA - Bulan Ramadan biasanya diwarnai lonjakan aktivitas belanja masyarakat, mulai dari kebutuhan berbuka dan sahur hingga persiapan menyambut Idulfitri. Situasi ini sering dimanfaatkan para pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan, bahkan menjadi peluang untuk memulai usaha baru dengan modal yang tidak terlalu besar.
Sekretaris Kementerian UMKM Arif Rahman Hakim menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum ekonomi yang sangat penting bagi pelaku usaha kecil, khususnya sektor kuliner. Menurutnya, fenomena seperti “war takjil” yang viral di media sosial pada tahun sebelumnya terbukti mampu mendorong peningkatan pendapatan pelaku UMKM kuliner.
Fenomena ini menggambarkan lonjakan konsumsi selama Ramadan tidak semata-mata dipicu oleh kebutuhan pokok, tetapi juga oleh pengaruh interaksi sosial di ruang digital. Tren kuliner yang viral di media sosial, meningkatnya popularitas menu takjil tertentu, hingga strategi promosi online mampu mendorong permintaan produk UMKM melonjak dalam waktu relatif singkat.
Hal ini tentunya menjadi ladang bisnis yang dapat dimanfaatkan oleh banyak masyarakat. Momentum satu bulan dalam setahun ini, membawa keberkahan sekaligus membantu sektor ekonomi di kalangan masyarakat menengah.
BACA JUGA: 3 Efek Negatif Makan Terlalu Banyak Saat Sahur
Peluang Bisnis yang Bisa Dijalankan Selama Ramadan
1. Jualan Takjil dan Makanan Berbuka

Permintaan makanan berbuka meningkat setiap sore menjelang waktu berbuka. Aneka takjil seperti kolak, es buah, gorengan, hingga lauk siap santap selalu diminati. Bisnis ini bisa dimulai dari skala rumahan dengan sistem pre-order atau membuka lapak di lokasi strategis.
Untuk pengembangannya, kunci sukses dari bisnis ini terletak pada harga terjangkau, dan konsistensi kualitas.
- Baca juga: 6 Tips Mencegah Bau Mulut Selama Bulan Puasa
2. Katering Sahur dan Berbuka
Selama Ramadan, banyak para pekerja dan anak kos yang memilih layanan catering secara praktis. Paket menu harian, mingguan, atau bulanan dapat dijadikan sebagai pilihan untuk menjaga stabilitas pesanan. Sebagai nilai tambah, Anda dapat membuat variasi menu sehat dan higienis yang menjamin kepercayaan para konsumen.
3. Busana Muslim dan Perlengkapan Ibadah

Menjelang Lebaran, penjualan gamis, baju koko, hijab, mukena, hingga sajadah cenderung meningkat. Momen ini membuka peluang pemasaran melalui media sosial dan marketplace yang dapat dilakukan melalui strategi khusus. Dalam hal ini, Anda dapat membuat strategi diskon bundling keluarga atau promo early bird yang dapat menarik minat pembeli.
4. Hampers dan Parcel Lebaran
Tradisi berbagi hampers kepada keluarga dan kerabat menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Bisnis tersebut dapat dikembangkan dengan kreasi mulai dari kue kering, makanan premium, hingga paket sembako dengan kemasan menarik.
Sebagai langkah awal, Anda dapat melakukan diferensiasi konsep, harga, dan desain untuk bersaing dengan kompetitor lainnya. Selain itu, cobalah riset terkait harga bahan baku yang tersebar dalam toko grosir atau distributor langsung, untuk mendapatkan harga yang lebih ekonomis.
5. Kue Kering dan Frozen Food

Permintaan kue kering seperti nastar, kastengel, dan putri salju meningkat drastis menjelang Idulfitri. Sementara itu, frozen food menjadi solusi praktis untuk stok sahur dan persiapan tamu Lebaran. Kedua produk tersebut, dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membuka bisnis skala rumah tangga, yang dapat dimaksimalkan lewat promosi digital dan sistem reseller.
Kini, Ramadan bukan hanya momen ibadah, tetapi juga periode strategis untuk meningkatkan produktivitas ekonomi. Dengan perencanaan matang, manajemen stok yang baik, serta pemasaran digital yang efektif, peluang bisnis musiman ini dapat menjadi sumber penghasilan tambahan yang signifikan.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Maharani Dwi Puspita Sari pada 20 Feb 2026
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 20 Feb 2026
