Tetap Langsing Saat Ngopi dengan 7 Jenis Kopi Ini
JAKARTA – Tren kopi di kalangan Generasi Z (Gen Z) mengubah cara orang menikmati kopi sehari-hari. Mulai dari menghadirkan nuansa kafe di rumah hingga memilih minuman kopi yang estetik dan menarik untuk dibagikan di Instagram.
Berdasarkan laporan Tastewise yang mencatat peningkatan percakapan media sosial tentang kopi sebesar 150% YoY di kalangan Gen Z, terlihat jelas bahwa kebiasaan minum kopi generasi ini memiliki pengaruh besar terhadap arah tren dan strategi merek kopi di berbagai belahan dunia.
Dilansir dari Hard Tank, konsumen kopi yang lebih muda, khususnya generasi Z, mengubah wajah kedai kopi. Lebih dari generasi sebelumnya, tren kopi generasi Z cenderung ke arah minuman dingin, pilihan yang lebih sehat, dan kopi daripada alkohol.
Sementara, nilai kopi dalam program diet menjadi perhatian penting, terutama terkait dengan penurunan berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa kopi, yang kaya akan senyawa bioaktif, berpotensi mendukung upaya menurunkan berat badan.
Beberapa karakteristik utamanya, seperti sifat termogenik dan kandungan kafein, berperan dalam meningkatkan metabolisme dan menekan nafsu makan. Namun, efektivitasnya dapat berbeda-beda tergantung pada jenis kopi yang dikonsumsi.
Dalam upaya mencapai hasil penurunan berat badan yang optimal, pemilihan kopi terbaik untuk diet menjadi hal yang penting.
Beberapa campuran kopi, yang diperkaya dengan superfood dan ekstrak alami, dapat meningkatkan sifat kopi yang mendukung penurunan berat badan. Campuran ini juga memperhatikan cita rasa, sehingga pengalaman minum tetap menyenangkan sambil mendukung tujuan diet.
Penerapan rencana diet kopi merupakan pendekatan strategis untuk memanfaatkan potensi manfaat kopi dalam menurunkan berat badan. Rencana semacam ini biasanya menyarankan waktu konsumsi, jumlah, dan jenis kopi tertentu, disesuaikan dengan preferensi dan toleransi masing-masing individu.
Jenis Kopi Terbaik untuk Diet

Dilansir dari Athletic Insight, berikut jenis kopi yang dikatakan sebagai kopi terbaik untuk menurunkan berat badan, beserta karakteristik unik dan peran potensialnya dalam strategi menurunkan berat badan:
1. Espresso
Espresso adalah minuman kopi pekat yang dibuat dengan cara menyeduh air panas melalui biji kopi yang digiling halus. Minuman ini memiliki kalori yang sangat rendah, sehingga cocok bagi kamu yang sedang menjalani diet rendah kalori.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal dalam membantu penurunan berat badan, sebaiknya espresso dikonsumsi tanpa tambahan gula atau tambahan kalori tinggi. Sebagian orang menikmati espresso dalam bentuk satu shot sederhana, sementara yang lain menggunakannya sebagai dasar minuman seperti cappuccino atau latte dengan susu rendah lemak atau alternatif susu nabati.
2. Americano
Americano adalah minuman kopi yang dibuat dari satu shot espresso yang dicampur dengan air panas. Perpaduan ini menghasilkan rasa dan kekuatan kopi yang mirip dengan kopi seduh, namun dengan kandungan kalori yang lebih rendah.
Americano cocok untuk program penurunan berat badan karena rendah kalori dan mudah disesuaikan dengan selera. Minuman ini paling baik dinikmati tanpa tambahan apa pun, atau dapat ditambahkan sedikit susu rendah lemak serta pemanis nol kalori agar tetap nikmat tanpa rasa bersalah.
3. Cold Brew
Cold brew adalah metode penyajian kopi dengan merendam biji kopi yang digiling kasar dalam air dingin selama waktu yang cukup lama, biasanya antara 12-24 jam. Proses ini menghasilkan minuman yang halus, kurang asam, dan memiliki rasa manis alami, sehingga mengurangi kebutuhan untuk menambahkan gula atau pemanis.
Cold brew menjadi pilihan tepat bagi mereka yang sedang berdiet, karena tetap memberikan efek menyegarkan dari kopi tanpa tambahan kalori berlebih dari gula atau krim. Selain itu, metode cold brew juga cocok digunakan pada kopi yang lebih tua atau berkualitas lebih rendah, karena mampu menghasilkan rasa yang kuat dan menutupi karakter halus dari biji kopi yang lebih murah.
4. Kopi Hitam

Kopi hitam adalah kopi yang disajikan tanpa tambahan susu, krim, atau gula. Karena hampir tidak mengandung kalori, kopi hitam menjadi minuman yang sangat cocok bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan.
Minum kopi hitam dapat memberikan dorongan energi sekaligus membantu menekan nafsu makan, sehingga memudahkanmu menjalani aktivitas sehari-hari dan mengendalikan keinginan ngemil. Untuk mendapatkan manfaat maksimal, pilih biji kopi berkualitas tinggi dan cobalah berbagai metode penyeduhan untuk menemukan rasa yang paling sesuai dengan seleramu.
5. Green Coffee
Green coffee adalah biji kopi yang belum melalui proses pemanggangan, yang diyakini mengandung kadar asam klorogenat lebih tinggi, suatu senyawa yang dianggap membantu penurunan berat badan. Ekstrak green coffee bisa dikonsumsi sebagai suplemen atau diseduh seperti kopi biasa.
Beberapa penelitian menunjukkan green coffee mungkin dapat membantu mengatur berat badan dengan cara mengurangi penyerapan karbohidrat dan meningkatkan pembakaran lemak.
6. Kopi Tanpa Kafein
Kopi tanpa kafein adalah kopi biasa yang sebagian besar kandungan kafeinnya telah dihilangkan melalui proses dekafeinasi. Kopi jenis ini cocok bagi mereka yang ingin menikmati rasa dan kehangatan kopi tanpa efek stimulan dari kafein.
Meskipun kopi tanpa kafein mungkin tidak memiliki sebagian manfaat peningkat metabolisme seperti kopi biasa, minuman ini tetap bisa menjadi pilihan yang menyenangkan dan rendah kalori untuk mendukung program penurunan berat badan.
7. Mocha dengan Cokelat Hitam
- Baca Juga: 5 Kebiasaan Minum Kopi yang Harus Dihindari
Mocha adalah minuman kopi yang terbuat dari espresso, susu panas, dan sirup cokelat. Untuk membuat mocha yang ramah diet, pilih cokelat hitam dengan kadar kakao tinggi, karena lebih rendah gula dan kaya antioksidan.
Minuman ini tetap bisa memuaskan keinginan akan rasa manis sambil memberikan manfaat kopi, sehingga cocok bagi yang ingin menikmati rasa lezat tanpa mengganggu tujuan penurunan berat badan. Gunakan susu rendah lemak atau alternatif nabati, dan batasi ukuran porsi untuk menjaga jumlah kalori tetap terkendali.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 11 Jan 2026
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 12 Jan 2026
