7 Makanan dan Minuman ‘Sehat’ yang Ternyata Bisa Tinggi Gula dan Kalori

Kamis, 03 September 2026 21:13 WIB

Penulis:Redaksi Daerah

Editor:Redaksi Daerah

7 Makanan dan Minuman yang Diklaim Menyehatkan tapi Justru Kurang Bergizi
7 Makanan dan Minuman yang Diklaim Menyehatkan tapi Justru Kurang Bergizi (magnific.com/jcomp)

JAKARTA — Ketika memilih makanan dan minuman, tentu kita ingin mengonsumsi makanan yang bisa bermanfaat bagi tubuh. Tidak mengherankan, produk yang memiliki label ‘sehat’, ‘rendah lemak’, ‘tinggi protein’, atau ‘dibuat dari bahan alami’ sering terlihat lebih menarik dan dianggap sebagai pilihan makanan yang tepat untuk dikonsumsi setiap hari.

Akan tetapi, jangan buru-buru percaya pada klaim yang diberikan oleh penjual tersebut. Beberapa makanan dan minuman yang selama ini dikenal sebagai pilihan sehat ternyata belum tentu memiliki kandungan gizi yang baik.

Bahkan, ada produk yang diam-diam mengandung gula tambahan, kalori, garam, atau bahan olahan dalam jumlah cukup tinggi.

BACA JUGA: Ini Dampak Psikologis Usai Berulangnya Kasus Keracunan MBG, Jangan Diabaikan!

Berikut makanan dan minuman yang kerap diklaim menyehatkan tapi justru kurang bergizi, seperti yang telah dirangkum dari Healthline.

Makanan dan Minuman yang Dianggap Menyehatkan tapi Justru Kurang Bergizi

Frozen Yogurt

Frozen Yogurt

Frozen yogurt memang lezat, tapi belum tentu lebih menyehatkan tubuh daripada mengonsumsi es krim biasanya.

Seperti yang dilansir dari Healthline, sebetulnya frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dari es krim, tapi juga bisa mengandung gula tambahan jauh lebih tinggi.

Selain itu, tidak sedikit gerai frozen yogurt yang menjual produk ini menggunakan sistem self-service dengan ukuran cup yang cukup besar sehingga pelanggan cenderung mengisinya dalam jumlah banyak.

Toko yang menjual frozen yogurt tersebut juga menyediakan berbagai topping tinggi kalori dan gula yang dapat meningkatkan jumlah gula tambahan dan total kalori dalam makanan penutup.

BACA JUGA: Strategi Bambang Sutantio Siapkan Generasi Kedua Pemegang Bisnis Cimory

Makanan yang Mengandung Lemak Omega-6 dalam Jumlah Tinggi

Tubuh memang membutuhkan nutrisi berupa lemak omega-6 dan omega-3 seperti EPA dan DHA agar bisa menjalankan fungsi tubuh dengan baik.

Akan tetapi, studi justru mengatakan bahwa asupan omega-6 dan omega-3 yang tidak seimbang bisa menimbulkan peradangan sistemik dan diguna menyebabkan munculnya risiko penyakit tertentu.

Oleh karena itu, batasi konsumsi makanan tinggi lemak omega-6 dan tingkatkan asupan omega-3 yang biasanya bersumber pada ikan berlemak seperti salmon, kacang kenari, dan minyak biji rami.

BACA JUGA: 7 Makanan dan Minuman Korea yang Populer Lewat Drama Korea

Sereal

Sereal

Tidak sedikit orang yang memilih mengonsumsi sereal sebagai menu makan sarapan yang praktis dan sehat untuk mengawali hari.

Padahal, banyak produk sereal sarapan diproduksi dari biji-bijian yang telah melalui proses pengolahan sehingga kehilangan sebagian kandungan alaminya. Produk tersebut juga bisa rendah protein dan serat, tetapi tinggi gula tambahan.

Bahkan sereal yang dipasarkan untuk orang dewasa juga bisa mengandung banyak gula tambahan.

BACA JUGA: Mana yang Lebih Menyehatkan, Air Kelapa VS Minuman Elektrolit?

Produk Tinggi Protein

Banyak orang yang beranggapan bahwa makanan atau minuman yang mengandung tinggi protein artinya makin menyehatkan pula makanan atau minuman tersebut.

Makanan yang secara alami tinggi protein, seperti ikan, telur, dan kacang-kacangan, memang merupakan pilihan yang sehat. Namun, produk seperti protein bar dan protein shake belum tentu sesehat yang dibayangkan.

Orang sehat yang menjalani pola makan seimbang umumnya tidak membutuhkan tambahan protein dari suplemen. Meski begitu, orang yang aktif secara fisik serta mereka yang menjalani pola makan vegetarian atau vegan mungkin membutuhkan lebih banyak protein.

BACA JUGA: 6 Kebiasaan Orang Korea untuk Cegah Perut Buncit Secara Alami

Granola dan Granola Bar

Granola dan Granola Bar

Selama bertahun-tahun, granola dan granola bar dianggap sebagai makanan yang sehat.

Tidak dapat dipungkiri, beberapa jenis granola dan granola bar memiliki kandungan gizi yang cukup baik. Namun, banyak produk lainnya justru mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi dan kalori yang cukup besar.

Oleh karena itu, untuk menjaga kesehatan, sebaiknya batasi konsumsi gula tambahan sebanyak mungkin. Terlalu banyak mengonsumsi gula tambahan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, baik pada orang dewasa maupun anak-anak.

Produk Gluten-Free

Banyak orang yang menganggap bahwa produk makanan bebas gluten lebih menyehatkan daripada makanan yang mengandung gluten.

Padahal, beberapa makanan ringan dan makanan manis bebas gluten yang telah diproses dapat mengandung kalori, lemak tidak sehat, dan gula tambahan dalam jumlah yang sama atau bahkan lebih tinggi dibandingkan camilan biasa.

BACA JUGA: Mengapa Ayam Sangat Populer di Indonesia? Ini Penyebab dan Data Konsumsinya

Susu Nabati

Susu Nabati

Susu nabati kini jadi semakin populer seiring meningkatnya minat terhadap pola makan berbasis tumbuhan.

Susu nabati atau susu kacang-kacangan memang bisa menjadi alternatif yang baik untuk produk susu sapi, terutama bagi orang yang tidak dapat mengonsumsi produk susu. Namun, beberapa jenis susu nabati ternyata tidak sesehat yang dibayangkan.

Kecuali tertulis jelas pada kemasannya, sebagian besar susu nabati sebetulnya mengandung gula tambahan untuk meningkatkan rasa.

Karena itu, jika ingin mengurangi asupan gula tambahan, sebaiknya pilih susu kacang-kacangan yang tidak mengandung gula tambahan atau berlabel unsweetened.

Itu tadi beberapa makanan yang sering disebut menyehatkan tubuh tapi justru kurang begizi.

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 03 Sep 2026