Ini 5 Pekerjaan yang AI Belum Mampu Ganti, Tenang!
JAKARTA — Tidak dapat dipungkiri, kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin berkembang pesat. Diprediksi, AI akan segera menggantikan beberapa jenis pekerjaan apalagi yang bisa diotomatisasi.
Hal ini karena AI sangat bisa diandalkan dalam tugas yang berulang, mengenali pola, dan mengolah data dalam jumlah yang besar.
Namun, AI masih kesulitan untuk mengerjakan tugas-tugas yang sangat manusiawi. Kemampuan AI masih terbatas memahami emosi manusia yang kompleks, mengambil keputusan yang etis, dan berpikir kreatif secara mendalam.
BACA JUGA: 5 Cara Mencegah AI Ambil Alih Pekerjaan Anda, Jangan Takut!
Oleh karena itu, ada pekerjaan yang sangat manusiawi yang diprediksi tidak akan segera digantikan oleh kecerdasan buatan (AI) seperti berikut ini.
Pekerjaan yang Masih Sulit Digantikan Kecerdasan Buatan (AI)

1. Tenaga Kesehatan (Perawat, Terapis, Dokter)

Di dunia kesehatan, tools Ai memang sering dimanfaatkan untuk membantu diagnosis, perencanaan pengobatan, hingga operasi berbasis robot.
Akan tetapi, tools AI tersebut masih belum mampu mengganti empati, sentuhan manusia, hingga kemampuan berpikir kritis manusia yang sangat dibutuhkan dalam perawatan pasien.
Di bidang ini, manusia masih unggul daripada AI karena manusia memiliki empati dan kepedulian, mampu menyelesaikan atau memutuskan masalah yang kompleks, dan menumbuhkan kepercayaan bagi pasien.
BACA JUGA: 7 Pekerjaan yang Paling Berisiko Hilang pada 2030, Waspada!
2. Pekerja Kreatif (Penulis, Desainer, dan Pembuat Film)

Sekarang banyak tools AI seperti ChatGPT dan MidJourney yang mampu menghasilkan konten teks dan gambar. Namun, kreativitas manusia tetap diperlukan agar konten yang dihasilkan semakin menarik dan tidak mengikuti pola atau data yang sudah ada.
Sumber daya manusia masih diperlukan di bidang ini karena manusia memiliki imajinasi yang asli, peka terhadap konteks budaya, sosial, dan pengalaman sosial, serta manusia mampu merasakan berbagai koneksi emosional.
3. Pendidik

AI dapat berperan dalam proses pembelajaran lewat platform belajar online dan alat bantu pendidikan.
Namun, guru tetap memiliki peran penting terutama bagi anak-anak dan siswa berkebutuhan khusus. Mereka sangat bergantung pada kecerdasan emosional manusia dan interaksi langsung.
Tidak hanya itu, sumber daya manusia masih dibutuhkan di bidang ini karena guru mampu menyesuaikan metode belajar dengan kemampuan serta kebutuhan siswa.
Guru juga dapat memberikan dukungan mental dan manusia untuk memahami perasaan siswa secara mendalam.
Selain itu, guru ikut berperan dalam pembentukan nilai, etika, dan keterampilan sosial siswa, hal-hal yang tidak bisa diajarkan oleh mesin seperti AI.
BACA JUGA: Mengungkap Risiko Pengangguran Massal Akibat Penggunaan AI
4. Ahli Teknis (Tukang Listrik, Tukang Ledeng, Teknisi AC)

Pekerjaan teknikal yang membutuhkan fisik ini belum bisa digantikan oleh AI dan robot. Hal ini karena manusia mampu melakukan pemecahan masalah di lapangan secara langsung, tangkas secara fisik, dan mampu mengambil keputusan praktis.
Meski begitu, AI dan robot mungkin bisa membantu sebagian tugas atau dimanfaatkan saat melakukan riset.
5. Profesional SDM dan Pengembangan Organisasi atau Perusahaan

AI memang dapat dimanfaatkan untuk membantu menyaring CV, menganalisis data karyawan, dan mengelola talenta. Namun, AI belum mampu menangani dinamika hubungan antarmanusia yang kompleks.
Selain itu, pekerja manusia di bidang ini lebih unggul daripada AI karena manusia tentu memahami emosi manusia lainnya, lebih peka terhadap budaya suatu organisasi, serta dapat mengambil keputusan yang etis.
Itu tadi beberapa bidang pekerjaan yang masih tidak bisa digantikan oleh teknologi kecerdasan buatan (AI). Apakah pekerjaan Anda termasuk:
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 13 Jan 2026
