KONI Bengkulu Perkuat Dukungan untuk Kebangkitan Renang Bengkulu

Herlina - Kamis, 14 Mei 2026 15:48 WIB
KONI memastikan akan terus mendukung pengembangan sarana dan prasarana olahraga renang di Bengkulu

BENGKULU, LyfeBengkulu.com- Komitmen membangkitkan prestasi olahraga renang di Provinsi Bengkulu terus diperkuat. Ketua Umum KONI Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menegaskan dukungan penuh terhadap pembinaan olahraga renang, mulai dari peningkatan fasilitas, kualitas sumber daya manusia, hingga kesejahteraan atlet.

Hal itu disampaikan Teuku saat membuka kegiatan Pelatihan Pelatih dan Wasit/Juri Renang Tingkat Madya Tahun 2026 yang digelar Federasi Akuatik Indonesia Provinsi Bengkulu di Hotel Jodipati Kota Bengkulu, 12–15 Mei 2026.

Menurut Teuku, cabang olahraga renang memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi salah satu andalan Bengkulu pada ajang nasional, termasuk PON 2028 NTT-NTB.

“Kita ingin renang Bengkulu bangkit dan mampu bersaing di tingkat nasional. Saya yakin potensi atlet-atlet kita sangat besar,” ujar Teuku.

Ia menilai, selama ini Bengkulu sebenarnya memiliki banyak bibit atlet berbakat. Bahkan pernah ada atlet asal Bengkulu yang direkrut daerah lain hingga berhasil meraih medali emas di tingkat nasional. Karena itu, KONI Provinsi Bengkulu bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai menyiapkan berbagai langkah strategis guna meningkatkan semangat dan motivasi atlet untuk berprestasi.

Salah satunya melalui penyusunan regulasi pemberian reward bagi atlet peraih medali emas dengan nilai mencapai Rp1 miliar. Selain bonus, KONI juga membuka peluang bagi atlet berprestasi untuk bekerja di Bank Bengkulu sebagai bentuk jaminan masa depan atlet setelah pensiun dari dunia olahraga.

“Kalau atlet merasa diperhatikan dan masa depannya terjamin, tentu mereka akan lebih fokus dan semangat memberikan prestasi terbaik untuk Bengkulu,” katanya.

Tak hanya itu, Teuku juga menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas olahraga renang di Bengkulu. Menurutnya, kolam renang yang ada saat ini masih perlu ditingkatkan menuju standar internasional agar pembinaan atlet dapat berjalan lebih maksimal.

Ia memastikan KONI akan terus mendukung pengembangan sarana dan prasarana olahraga renang di Bengkulu.

Sementara itu, Ketua Federasi Akuatik Indonesia Provinsi Bengkulu, Erna Sari Dewi, mengatakan kebangkitan olahraga renang tidak hanya ditentukan oleh kualitas atlet, tetapi juga seluruh ekosistem pendukungnya. Menurutnya, pembinaan olahraga harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari pelatih, wasit, juri, hingga manajemen kompetisi.

“Olahraga renang ini kalau mau bagus, tentu yang dibina bukan hanya atletnya. Tonggaknya bukan hanya pada kemampuan atlet, tetapi seluruh ekosistemnya harus dibina,” ujar Erna.

Ia menjelaskan pelatih harus memiliki sertifikasi dan kompetensi yang baik, sementara wasit dan juri juga wajib memahami regulasi terbaru agar mampu memimpin pertandingan secara profesional dan berkeadilan.

“Pelatihnya harus punya sertifikasi. Kemudian wasit dan jurinya juga harus kompeten. Itulah mengapa pelatihan ini menjadi sangat penting untuk kemajuan akuatik di Bengkulu,” katanya.

Erna juga menekankan pentingnya integritas dan kualitas perangkat pertandingan dalam menciptakan kompetisi yang sehat dan berkualitas.

“Menjadi wasit yang baik itu harus berintegritas, memiliki kualitas, kompetensi, dan pemahaman mendalam terhadap regulasi-regulasi terbaru,” tegasnya.

Ia meminta seluruh peserta memanfaatkan pelatihan tersebut untuk memperdalam ilmu dari instruktur dan narasumber yang telah memiliki sertifikasi nasional bahkan internasional. Menurutnya, disiplin dan dedikasi menjadi kunci utama untuk berkembang di dunia olahraga.

“Discipline and dedication lead to success. Disiplin dan dedikasi akan menuntun kita menuju kesuksesan,” ujarnya.

Ketua Panitia Pelaksana, H. Yayat Wahyu, mengatakan kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai klub dan organisasi olahraga akuatik di Bengkulu.

Peserta terdiri dari 24 peserta pelatihan pelatih renang, 24 peserta pelatihan wasit/juri renang, 10 narasumber, serta 16 pengurus klub dan organisasi olahraga akuatik. Adapun materi yang diberikan meliputi administrasi perlombaan, regulasi World Aquatics, manajemen kompetisi, diskusi kelompok, hingga simulasi perlombaan.

“Melalui kegiatan ini kami berharap dapat lahir pelatih, wasit, dan juri yang kompeten, disiplin, objektif, serta mampu mendukung kemajuan prestasi olahraga renang Bengkulu,” tutup Yayat.

Bagikan

RELATED NEWS