Petani Paling Menderita Hadapi Kenaikan Harga BBM
BENGKULU,LyfeBengkulu.com- Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memberikan dampak besar bagi kelompok petani di Bengkulu. Disaat harga seluruh bahan pangan naik, namun harga jual produksi murah.
Seperti disampaikan perwakilan Petani Bengkulu Utara, Sopian. Ia mengatakan negara yang luas, tanah yang subur serta kelimpahan tenaga tidak menjadikan negara memperhatikan nasib petani. Sebaliknya mereka terperosok ke dalam jurang kemiskinan yang berkepanjangan, tanpa tanah, tanpa masa depan.
"Kita sudah mengetahui bahwa Indonesia adalah negara agraris karena memiliki tanah yang subur. Namun semua itu sepertinya hanya untuk para pemodal. Situasi Petani hari ini jauh lebih miris dari hanya urusan pupuk bersubsidi, dimana kami menguasai tanah akan tetapi setiap hari dihadapkan dengan perusahaan yang dijaga oleh polisi. Di mana perusahaan tersebut sudah habis masa aktif nya dan dalam kondisi terlantar. Sehingga kami manfaatkan tanah terlantar itu selama bertahun-tahun untuk menyambung hidup,” ujarnya.
Selain itu potensi Indonesia sebagai negara agraris harus diperuntukkan untuk sebesar besarnya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, seharusnya pemerintah sadar dan peka atas hal itu.
"Namun, petani tragis di negeri agraris terbukti terjadi di Indonesia dengan berbagai masalah, seperti kesejahteraan petani yang tidak diperhatikan, krisis regenerasi petani konflik agraria, bahkan soal krisis pangan yang bisa saja terjadi dan masalah kompleks lainnya,” sampainya.
"Di mana pemerintah dan pemerintah bisa apa? Menjadi pertanyaan awal dalam setiap peringatan Hari Tani Nasional di Indonesia. Harusnya kita bergembira, faktanya banyak luka”, tambahnya lagi.
Atas aksi ini, aktivis menyuarakan beberapa tuntutan agar meminta kepada negara untuk tidak melakukan perpanjangan hak guna usaha (HGU) perkebunan sawit, tidak mengeluarkan izin HGU baru, menurunkan harga BBM serta adanya kepastian harga hasil pertanian seperti sawit dan karet.
Sebelumnya, Jumat (23/09), Koalisi Bela Petani menggelar aksi simpatik di bundaran Simpang Lima Ratu Samban Kota Bengkulu. Kegiatan yang digelar dengan teaterikal ini adalah bentuk empati terhadap nasib ribuan petani akibat terabaikannya posisi mereka sebagai penjaga tatanan Negeri Indonesia.
- Melihat Perbedaan Pasukan Cadangan Rusia Vs Amerika
- Catat Laba bersih USD 238,6 Juta Semester I 2022, PGN Subholding Gas Pertamina Lanjutkan Tren Positif
- Arumi Bachsin Kagumi Kain Besurek Bengkulu
- Gubernur Bengkulu : Ternak Mati Karena PMK Bisa Klaim Ganti Rugi
Koordinator Aksi Koalisi Bela Petani, Meiko menyampaikan ini merupakan aksi gabungan beberapa elemen yang menyatakan sikap untuk peduli dan bersolidaritas dengan nasib petani hari ini. Selain BBM mengakibatkan munculnya masalah baru di petani, ternyata di Bengkulu terdapat permasalahan konfling agraria yang juga mesti segera diselesaikan oleh pemerintah.
Menurutnya, adanya kenaikan BBM membuat kelompok petani menjadi yang juga paling berdampak. Di mana seluruh bahan pangan naik, akan tetapi nilai jual hasil produksi kami tidak naik, bahkan dibeli murah.(mb)
