Backlog Perumahan di Bengkulu Masih Diangka 100 Ribu

Herlina - Rabu, 17 Agustus 2022 21:37 WIB
Salah satu komplek perumahan di Provinsi Bengkulu yang masih dalam tahap proses pembangunan. (foto : ist/lyfebengkulu.com)

BENGKULU,LyfeBengkulu.com- Pemerintah mencatat backlog perumahan di Provinsi Bengkulu dengan angka mencapai 109.401 tergolong sangat tinggi. Hal ini mengindikasikan masih ada 100 ribu lebih penduduk Bengkulu belum memiliki rumah.

Program perumahan bersubsidi yang dicanangkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjadi langkah untuk mengatasi hal ini. Pemerintah menggelontorkan subsidi perumahan bagi masyarakat termasuk Bengkulu. Meski begitu, hanya sedikit masyarakat yang memanfaatkan subsidi rumah dari pemerintah.

Ketua Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Bengkulu, Yudi Darmawansyah mengatakan, ada beberapa kondisi yang menyebabkan backlog di Bengkulu masih tinggi. Salah satunya adalah kekuatan membeli rumah para generasi muda relatif tidak sebanding dengan harga perumahan yang ada. Sehingga, para generasi muda memilih tinggal di rumah orang tua maupun menyewa rumah.

"Selain harga yang sulit terjangkau, dari sisi suplai juga masih menjadi masalah. Kebutuhan biaya untuk membangun rumah meningkat, terutama harga tanah di perkotaan serta bahan baku pembangunan rumah terbilang relatif tinggi," ujar Yudi, Rabu (17/08).

Selain itu, Ia menyebut, di tengah ancaman inflasi yang semakin tinggi akan membuat generasi muda sulit memiliki hunian. Hal tersebut menjadi tantangan pemerintah untuk mengatasi backlog perumahan.

"Inflasi terus meningkat, sementara pendapatan orang tetap, jelas itu berpengaruh terhadap daya beli rumah di Bengkulu juga," tuturnya.

Ia menambahkan, selama pandemi Covid-19, demand masyarakat terhadap perumahan juga mengalami pelemahan. Bertambahnya backlog bukan disebabkan oleh supply, melainkan demand yang berkurang.

"Suplai sih bagus, cuma dalam kondisi saat ini kan kecenderungan dengan kenaikan yang ada di dunia mau tidak mau harga rumah akan naik, bagaimana kita menyiasati agar supply and demand ini bisa seimbang," sampainya.

Yudi mengatakan berdasarkan data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat hingga awal Agustus 2022 baru 1.026 orang yang memanfaatkan program subsidi perumahan di Bengkulu. Padahal, pemerintah telah mengalokasikan lebih dari 200 ribu rumah subsidi di Indonesia pada tahun ini.

"Artinya masih sedikit yang memanfaatkan program tersebut, padahal kuotanya pada tahun ini cukup banyak," tuturnya.

Ia menjelaskan, masyarakat di Provinsi Bengkulu terbanyak hingga awal Agustus 2022 yang memanfaatkan program perumahan subsidi ada di Kota Bengkulu 752 orang. Kemudian disusul Kabupaten Rejang Lebong 117 orang, Bengkulu Tengah 90 orang, Bengkulu Selatan 20 orang, Kepahiang 19 orang, Bengkulu Utara 13 orang, Seluma 6 orang, lebong 5 orang, dan Mukomuko 4 orang.

"Untuk sementara masih banyak di Kota Bengkulu, sementara sisanya ada di beberapa kabupaten di Provinsi Bengkulu," demikian Yudi. (mb)

Editor: Herlina

RELATED NEWS