Kembangkan Ekonomi Sirkular, PGE Area Lahendong Laksanakan Program Mapalus Tumompaso

Herlina - Jumat, 29 Maret 2024 12:44 WIB
Melalui program Mapalus Tumompaso, PGE memprioritaskan pertumbuhan ekonomi sekaligus memperhatikan aspek lingkungan dengan mengoptimalkan penggunaan bahan baku serta pengurangan limbah dan emisi. Hadirnya program ini ditujukan untuk menjawab tantangan lokal, termasuk bagaimana mengoptimalkan potensi kemampuan masyarakat yang tidak tersalurkan, potensi limbah sebagai sumber daya, serta potensi kolaborasi antar-UMKM sekitar. (foto: istimewa)

TOMOHON, LyfeBengkulu.com- PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) Area Lahendong, Sulawesi Utara, terus berkomitmen untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. PGE melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Mapalus Tumompaso telah memberdayakan dan mengembangkan potensi masyarakat sekitar.

General Manager PGE Area Lahendong, Albertus Novi Purwono, mengatakan hingga saat ini sudah ada lebih dari 3.000 masyarakat rentan yang dilibatkan dalam program Mapalus Tumompaso PGE Area Lahendong. Ini merupakan program pengembangan ekosistem ekonomi sirkular di Tompaso Raya, Kabupaten Minahasa, yang berbasis potensi masyarakat sekitar.

"Ekosistem ekonomi sirkular yang dibangun Pertamina Geothermal Energy ini berhasil mengedukasi lebih dari 1.400 masyarakat rentan. Masyarakat juga mendapatkan pekerjaan sampingan sehingga perekonomian meningkat. Ini komitmen baik yang harus terus kami jaga dan tingkatkan," ujar Albertus Novi di Lahendong, Rabu (27/03).

Ekonomi sirkular memprioritaskan pertumbuhan ekonomi sekaligus memperhatikan aspek lingkungan dengan mengoptimalkan penggunaan bahan baku serta pengurangan limbah dan emisi. Hadirnya program ini, lanjut Albertus Novi, ditujukan untuk menjawab tantangan lokal, termasuk bagaimana mengoptimalkan potensi kemampuan masyarakat yang tidak tersalurkan, potensi limbah sebagai sumber daya, serta potensi kolaborasi antar-UMKM sekitar.

Saat ini terdapat empat kegiatan ekosistem ekonomi sirkular, di antaranya Usaha Desa Wisata (SADEWI), Kelompok Usaha Bersama Mandiri dan Berdaya Maria (KUBEMADA), Usaha Ternak dengan EBT, dan Bank Sampah Setor Jo. SADEWI adalah gabungan masyarakat dalam Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS). Daya tarik wisata yang dikembangkan adalah bersantai di bean bag dengan pemandangan Danau Tondano dari lereng Gunung Soputan. “Bean bag tersebut diproduksi oleh KUBEMADA,” Albertus Novi menambahkan.

Masyarakat menggunakan sumber energi dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber listrik untuk berbagai kegiatan tersebut. Ini sekaligus mengeliminasi penggunaan genset.

Atas program tersebut, PGE Area Lahendong mendapat penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI yang juga merupakan satu-satunya perusahaan di Provinsi Sulawesi Utara yang mendapat capaian tersebut. Prestasi tersebut sejalan dengan Zero Accident Award yang diterima oleh PGE area Lahendong atas kinerja excellent jam kerja selamat hingga tahun 2023 yang mencapai 14.488.476 jam.

Aktivitas PGE Area Lahendong menjadi tonggak sejarah pengembangan energi panas bumi di wilayah timur Indonesia. Hingga saat ini, PGE telah mengoperasikan enam unit PLTP yang menjadi andalan pasokan listrik bagi wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo dengan total kapasitas terpasang sebesar 120 MW.

PGE Area Lahendong memiliki komitmen tinggi dalam memastikan sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan perusahaan. Perusahaan selalu menerapkan Prinsip Operational Excellence dan mengutamakan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dalam setiap pekerjaan, tidak hanya pada kegiatan pengeboran, tetapi juga dalam aktivitas operasional sehari-hari. Tak hanya itu, tim HSSE selalu memastikan bahwa operasional tetap aman bagi lingkungan sekitar melalui upaya pemantauan paparan gas Hidrogen Sulfida (H2S). PGE area Lahendong akan terus berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan dan pihak terkait untuk memastikan keamanan masyarakat sekitar.

Editor: Herlina

RELATED NEWS