Pemda Bengkulu Janji Upayakan Anggaran PON Cair Usai Lebaran

Herlina - Selasa, 26 Maret 2024 10:02 WIB
RAKOR: Jelang perhelatan PON XXI Aceh - Sumut, KONI Provinsi Bengkulu gelar Rakor yang dihadiri langsung Asisten 2 Setdaprov dan Sekretaris Dispora Provinsi Bengkulu.(foto/tarmandi)

TC Atlet PON Dijadwalkan Setelah Hari Raya

BENGKULU, LyfeBengkulu.com- Sampai saat ini, atlet Bengkulu yang akan turun berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/ 2024 Aceh - Sumut, menanti program Training Centre atau TC. Karena gelaran PON tinggal enam bulan. Tepatnya Septemper depan.

Informasi yang diterima media ini, menyebut bahwa belum terlaksana TC, terkait dana hibah Pemprov ke KONI Bengkulu-- belum terealisasi alias masih dalam proses. Kondisi ini, memaksa atlet harus melakoni TC mandiri.

Tapi hambatan itu, mulai terjawab. Pada Rakor persiapan PON Aceh - Sumut yang digagas KONI Provinsi Bengkulu, Senin sore (25/3/2024), bahwa dana hibah untuk persiapan PON, kini sedang proses.

Kalau tak ada kendala usai lebaran nanti prosesnya rampung. "Saat ini Dispora serta KONI mengupayakan dana tersebut cepat terwujud," ujar Asisten 2 Setdaprov Bengkulu, Drs Khairil Anwar, M.Si, usai membuka Rakor dan berbuka puasa bersama dengan atlet dan pengurus KONI.

Dipaparkan, terkait persiapan PON Pemprov gelontorkan dana senilai Rp 5,9 miliar. Dari besaran itu-- Rp 3,5 miliar untuk alokasi persiapan PON. Namun dengan jumlah atlet, pelatih, dan ofesial sekitar 140-an orang, besaran itu tidak sebanding dengan dana kebutuhan atlet.

Tetapi, kata Khairil, Pemprov akan memberikan jalan dan mendorong KONI segera membuat rancangan untuk undang pengusaha BUMN/ BUMD. "Nantinya akan kita susun acara pertemuan. Kita minta para pengusaha ini dapat menyisihkan dana CSR-nya," jelas Khairil.

Bagian lain, Ketum KONI Provinsi Bengkulu, H. Dedi Ermansyah, SE, mengatakan, PON XXI/ 2024 Aceh - Sumut, Bengkulu meloloskan 67 atlet dari 25 cabang olahraga atau cabor. Sampai saat ini semua atlet melakoni TC mandiri.

"Agenda kita akan ada TC berjalan dan terpusat. Tapi karena kendala anggaran belum turun semua atlet terpaksa jalani TC mandiri dengan ditangani Pengprovnya. Tentu kita berharap usai lebaran, dana untuk persiapan PON ini sudah tersedia," jelas mantan Wagub Bengkulu ini.

Sosok yang akrab dipanggil "Black' itu, menjelaskan perhelatan pesta olahraga multi event yang di gelar di dua provinsi itu, untuk Provinsi Aceh dilagakan 10 cabor. Kalau di Provinsi Sumatera Utara sebanyak 15 cabor.(nd)

Editor: Herlina
Bagikan

RELATED NEWS