POPNAS Palembang, Cabor Tinju Dipastikan Tambah Pundi Medali Buat Kontingen Bengkulu
BENGKULU, LyfeBengkulu.com- Bisa dipastikan, pundi medali kontingen Bengkulu dalam Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVI, bakal bertambah. Setelah cabang olahraga (cabor) tinju, satu atletnya melaju ke laga final.
Petinju itu, David Saleh Hasibuan, yang berlaga di kelas bulu 57 kg. Pada pertarungan semifinal yang di bentang Kamis sore (31/08/2023), petinju berdarah batak itu menang angka atas rivalnya dari Riau.
Disampaikan pelatih tinju POPNAS Bengkulu, Barlian, S.Ikom, dengan keberhasilan David melumpuhkan lawannya dari Riau pada semifinal, maka otomatis untuk medali perak sudah di tangan. "Targetnya bukan perak. Tapi emas. David naik ring hari Sabtu (02/09/2023), lawan petinju Jabar," tegas Barlian.
- TrenAsia ESG Award Kembali Digelar, Antusiasme Perusahaan Terhadap ESG Semakin Meningkat
- Ajang Dukungan Bank Mandiri untuk UMKM dan Generasi Muda
- M. Andika Dulang Emas Pertama Buat Kontingen POPNAS Bengkulu
Harapan pundi-pundi medali untuk cabor tinju ini, kata dia, masih bisa bertambah. Pasalnya, satu petinju lagi-- bernama Ronal Dwi Hadinata yang tanding di kelas welter 63,5 kg, akan melakoni laga semifinal. "Kalau tidak ada kendalah teknis, naik ring Jumat (01/08/9/2023), bersua dengan petinju dari Maluku Utara," papar Barlian.

Besar harapan, kata dia, David dan Ronal-- kans untuk persembahkan medali emas buat Bengkulu masih terbuka lebar. Karena calon lawan yang bakal dihadapi, meski cukup bagus, tapi David dan Ronal-- juga dianggap sebagai lawan berat.
Sekedar diketahui pada cabor tinju Bengkulu terjunkan tujuh petinju. Tapi di fase penyisihan, menderita kekalahan. Di laga pertama semua menang. Tapi pada bebtrok kedua mereka mengalami kekalahan. Ini akibat fisik kurang mendukung.
- POPNAS, Petinju Bengkulu Buka Peluang Dulang Medali
- Bus Antikorupsi KPK 2023: KPK Gelar Rangkaian Kegiatan Pendidikan Antikorupsi di Bengkulu
- Sukses Pra PON, Cabor Sepatu Roda Kembali Fokus PON 2024
"Harus kita akui. Kekalahan kelima petinju kita, utamanya, adalah dari fisik yang kurang mendukung. Ini karena minimnya persiapan. Kalau dari tehnik dan skill tanding, tidak kalah. Mestinya sebelum naik ring di POPNAS ini, perlu training camp atau try out. Ini agar kemampuan atlet lebih matang lagi," demikian Barlian.(nd)